Kisah Pablo n Bruno


Pada jaman dahulu kala, ada dua saudara sepupu yang sangat ambisius.  Yang pertama Pablo dan yang kedua Bruno, mereka tinggal berdampingan di sebuah desa kecil di Italia.


Kedua orang itu merupakan anak-anak muda yang berkualitas dan memiliki cita-cita yang tinggi, mereka juga sering berkhayal bagaimana jika suatu hari nanti menjadi orang terkaya di desanya.  keduanya orang yang sangat cemerlang dan tekun bekerja, yang mereka perlukan hanyalah kesempatan.

pada suatu hari kesempatan itu pun datang.  kepala desa memutuskan untuk mempekerjakan dua orang untuk membawa air dari sungai ke sebuah penampungan air di tengah desa itu.

Keduanya segera menuju sungai dan membawa ember masing-masing 2 buah.  Menjelang sore hari, keduanya telah mengisi penampungan air sampai mencapai sisi-sisi permukaannya.  Kepala Desa menggaji mereka masing-masing berdasarkan jumlah ember air yang mereka bawa.

"wah, ini berarti cita-cita kita terkabul!" seru Bruno. "saya tidak bisa percaya bahwa kita bisa mendapat rejeki sebanyak ini."

Tapi Pablo tidak ingin yakin begitu saja.  punggungnya nyeri dan kedua telapak tangannya lecet-lecet.  Akibat membawa dua buah ember yang berat.  Keesokan paginya, ia merasa takut saat harus pergi kerja. Karena itu, ia berfikir keras mencari akal bagaimana caranya membawa air dari sungai ke desanya.

"Bruno saya punya rencana," kata Pablo keesokan harinya saat mereka mengambil ember-ember dan berangkat menuju ke sungai. "daripada kita mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per hari.  kenapa kita tidak sekalian saja membuat sebuah saluran dar sungai ke desa kita."

Bruno menghentikan langkahnya seketika.  "Saluran pipa! ide darimana itu?" seru Bruno. 'kita kan sudah mempunyai perkerjaan yang sangat bagus, Pablo. saya bisa membawa membawa 100 ember sehari, dengan upah 1 penny/ember, berarti penghasilan kita bisa 1 dolar/hari. pada akhir minggu saya bisa membeli sepatu baru, pada akhir bulan saya bisa membeli seekor sapi dan dalam 6 bulan saya bisa membangun sebuah gubuk baru.  Kita akan kaya! jadi buang jauh-jauh pikiran untuk membangun saluran pipa itu."

Tapi pablo tidak putus asa.  Ia dengan sabar menerangkan tentang rencana pembuatan pipa salurannya kepada Bruno.  Pablo memutuskan untuk bekerja paruh waktu, dari senin-jumat separuh waktu dia bekerja mengangkut ember, separuh waktunya untuk membangun saluran pipa.  pada akhir pekan dia bekerja penuh untuk membangun saluran pipa.

Dari awal, dia sudah menyadari bahwa akan sulit baginya untuk menggali saluran di batu karang, karena hanya bekerja separuh waktu mengangkut ember maka penghasilannya pun otomatis menurun. Dia paham akan membutuhkan 1-2 tahun sampai saluran pipanya selesai.  Tetapi Pablo fokus pada impian dan cita-citanya, karena itu dia terus giat bekerja.

Sementara itu Bruno yangberpenghasilan 2 kali lipat dari Pablo, terus membangga-banggakan barang-barang barang-barang baru yang telah berhasil dibelinya.  ada keledai yang dilengkapi sadel kulit baru, diparkir di samping gubuk barunya yang punya 2 lantai.  Dia juga membeli baju-baju indah dan makan mewah di kedai desa.  Dia selalu mentraktir warga desa yang menyambutnya di bar untuk minum dan berkelakar.

Sementara Bruno hanya bisa berbaring di Hammock di sore hari dan tetap bekerja pada hari pekan.  pablo terus menggali saluran pipanya.  Pada bulan-bulan pertama, Pablo memang tidak bisa menunjukan hasil dari usahanya, saking beratnya usahanya dia juga bekerja sampai malam hari.

Tapi Pablo selalu mengingatkan diri sendiri bahwa cita-cita masa depan dibangun berdasarkan pada perjuangannya hari ini..dia pun semangat menggali batu karang inchi demi inchi.  Dari 1 inchi kemudian menjadi 1 kaki, kemudian menjadi 10 kaki, kemudian 20 kaki , 100 kaki dan seterusnya....

"bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian," kata-kata itu selalu dicamkannya saat ia kembali ke gubuknya dan menghempaskan tubuhnya yang lelah di kasurnya.  meski lelah dia sudah bisa memperkirakan keberhasilan yang akan dicapainya.  caranya setiap hari dia menetapkan target yang akan dicapainya hari itu, lau dia akan bekerja keras untuk mencapainya, dia yakin bahwa hasil yang akan dicapainya akan jauh lebih besar daripada perjuangan yang dilakukannya.

Hari berganti bulan, pada suatu hari Pablo menyadari bahwa saluran pipanya sudah setengah jalan, berarti dia hanya perlu bekerja setengah jalan lagi, saat beristirahat Pablo melihat saudaranya Bruno masih terus mengangkut ember-ember.  Bahu Bruno tampak semakin lama semakin bungkuk, langkahnya lamban akibat bekerja membawa beban selama  berbulan-bulan.  Bruno terkadang sedikit pesimis, bahwa dirinya akan ditakdirkan terus mengangkut ember-ember setiap hari sepanjang hidupnya.  Bruno tidak lagi minum-minum di bar, dia lebih sering duduk sendiri dis udut rumahnya sambil ditemani botol-botol kosong.

Akhirnya saat bahagia Pablo pun tiba, saluran pipanya rampung!  orang-orang desa berkumpul saat air mulai mengalir dari saluran pipanya menuju ke penampungan air di desa.  sekarang desa itu sudah bisa mendapat pasokan air bersih secara tetap.  bahkan orang-orang yang tinggal di desa lain mulai pindah ke desa itu, membuat desa itu semakin tumbuh berkembang dan makmur.

Setelah saluran pipa selesai, Pablo tidak perlu lagi membawa-bawa ember.  Airnya akan selalu mengalir, kapanpun saat dia bekerja ataupun tidur, semakin banyak air mengalir ke desa semakin banyak uang yang mengalir ke kantong Pablo.

banyak orang memuji pablo atas keberhasilannya, Tapi Pablo paham bahwa yang ia capai bukanlah suatu keajaiban, dia mendapatkannya karena kerja keras.

kini Pablo yang sudah sukses mendatangi saudaranya Bruno, untuk mengajaknya membangun saluran ke seluruh wilayah.  Jika sendirian Pablo membangun saluran pipa dalam masa 2 tahun, maka dengan bantuan Bruno pekerjaan membuat saluran akan menjadi jauh lebih cepat, apalagi kini Pablo telah paham alat-alat apa yang digunakan, titik mana yang harusnya di gali dan dihindari, juga paham pipa-pipa yang harus dipasang.

Tahun-tahun berlalu Pablo dan Bruno sudah pensiun, usaha saluran pipanya terus mengalirkan uang ke tabungan mereka,mereka hidup bahagia tercapai sudah impian2 mereka bahkan melampui dari yang mereka pernah impikan sebelumnya.

Setelah membaca kisah tadi, coba renungkan kita sekarang ada di jenis mana, kita sekarang ini apakah Bruno si pembawa ember atau Pablo si saluran pipa? kalau kita amati kita hidup masih di dominasi oleh mental pembawa ember, jika ditawari kesempatan membangun saluran pipa maka mereka akan menolak " cuma mereka yang lebih dahulu terjun membangun saluran pipa yang akan sukses!" atau kalaupun mau membangun saluran pipa akan balas bertanya.."tapi harus mencangkul ya? saya gak bisa mencangkul!"  padahal Pablo sudah menjelaskan bukan, dengan membangun saluran pipa oleh banyak orang pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan, apalagi Pablo sudah memahami ilmu membangun saluran saluran Pipa.

Dari hikmah kisah diatas, saya yang semula rajin membawa-bawa ember, mulai memikirkan untuk membuat saluran pipa, karena saya berfikir ember-ember yang saya bawa tidak akan mampu memenuhi pencapaian mimpi-mimpi saya.  supaya saluran pipa saya cepat rampung saya harus menghubungi orang-orang yang sudah ahli membuat saluran pipa, karena saya yakin dengan bergabung dengan para ahli pembuat saluran pipa, mimpi-mimpi saya akan segera tercapai.

dalam hal ini saluran pipa saya adalah dBC Network Oriflame, memang banyak yang menawarkan saluran pipa yang lain, tapi hanya dBC Network yang mempunyai peralatan ajaib namanya "e-pipeline" (saluran pipa internet).  e-pipeline ini sungguh luar biasa dalam hal efisensi waktu, kegiatan 'mencangkul' batu karang yang sedianya dilakukan dalam 100 jam, bisa diefisenkan hanya dengan 1 jam.

Kini e-pipeline dBC Network saya mulai menampakkan hasil, dibawah bimbingan dan kerjasama para pembuat saluran e-pipeline lainnya di dBC Network, perlahan-lahan saluran pipa saya mulai memanjang dan mulai mengalirkan air sedikit-demi sedikit, pada saatnya nanti (tidak terlalu lama) saluran akan terbangun dan rampung, e-pipeline saya akan terus mengalirkan air meski saya pensiun nanti.

saat ini saya masih bekerja keras membangun e-pipeline dan menduplikasi e-pipeline lainnya, jika kalian sudah lelah membawa-bawa ember, saatnya bergabung dengan saya membangun e-pipeline super canggih yang akan mengalirkan air dengan deras, kalian tidak akan sendirian, kami semua di dBC Network akan saling bekerja membantu membangun salurannya sehingga mimipi-mimpi kita apapun itu bisa lebih cepat di capai.


Ditulis oleh eyang saya, Teti Umarih

Salam,
Rina Febriana Sitepu
Independent Oriflame Consultant
www.kantorkedua-ku.com




Berdagang itu nikmat ^^

Sejak kecil saya udah terbiasa berdagang, padahal waktu itu saya belum tahu tuh hadits Rasulullah soal dagang. Duluuu sekali, masih kelas 3 SD...saya ingat pernah bikin tas dari kertas karton yang dilapisi kertas kado, dilem samping n bawah nya, trus dikasih tali atas nya. Tas itu saya jual ke temen2 sekolah dengan harga 500 perak. Padahal waktu itu (baca : pas masih ada bapak dulu) uang jajan sih tinggal minta aja, bukan sesuatu yang sulit. Tapi entah kenapa, rasanya ada kebanggaan dalam diri saya bisa bikin sesuatu yang dihargai oleh orang lain dan mereka mau beli. 

Anda tahu, ilmu bikin tas itu sendiri saya peroleh dari guru praktek yg ngajarin bikin prakarya di kelas. Jelas bukan saya doang yang diajarin, tapi semua teman sekelas. Tapi setelah pelajaran bikin prakarya itu, hanya saya saja yang tergerak untuk bikin tas lagi dengan beraneka corak kertas kado, lalu saya jual ke teman-teman, di mana di antara pembeli tas buatan saya itu juga adalah teman-teman yang sama-sama kemarennya diajarin bikin prakarya tas itu sama guru praktek. Nah lohh...

Sama-sama dikasih ilmu yang sama, kenapa bisa beda jadi nya ? Kenapa dari ilmu yang saya dapat itu saya tergerak untuk kemudian berjualan tas, sedangkan teman-teman yang lain tidak? Apa saya terlalu matre' sehingga kepikirannya mau jualan aja? Haha...

Semakin beranjak dewasa, saya semakin sering berkecimpung di dunia dagang...
Pernah berjualan gelang dari benang, yang bikin kakak saya, saya yang bertugas untuk memasarkan. Ini kejadiannya pas masih kecil juga hehe...
Pernah menyewakan buku2 koleksi pribadi kami untuk teman2 dan tetangga...
Jualan baju juga pernah lohhh, terus jualan mie instan, jualan habatussauda juga, trus jualan kue, jualan peyek, trus malah sekarang jualan sabun hehe...

Berdagang itu nikmat sodara2... merasakan hasil dari tiap tetes keringat kita. Walopun saya akui saat ini gajian dari kantor pertama saya (baca : pns) masih sangat jauh lebih besar dari hasil jualan kue, tapi dari sisi batin, saya tetap merasa penghasilan dari jualan kue itu nikmat tiada terkira hehe...

Dan sekarang, saya pun tak henti nya berucap syukur saat ini sudah punya satu kantor lagi, iyaa...kantor kedua saya, www.rinasitepu.com yang juga memberi imbalan hasil jerih payah saya, yang insyaallah barokah dan lebih nikmat lagi dari sebelum nya ^^

Teman-teman yang ingin punya kantor kedua juga, hayuk gabung di www.rinasitepu.com


Salam,
Rina Febriana Sitepu
Independent Oriflame Consultant





Comfort Zone




Sudah kah merasa puas dengan "comfort zone" Anda sekarang? Tidak kah terpikir kan bahwa semua nya bisa saja berubah dalam sekejap? Tidak kah ada keinginan dalam diri Anda untuk membentuk sumber penghasilan lain selain yang sudah ada sekarang, yaa..katakanlah sebagai upaya sedia payung sebelum hujan.

Apalagi bukan kah Rasulullah sudah bersabda, bahwa 9 dari 10 pintu rezeki itu dari perdagangan? Lalu apakah kita dengan percaya diri masih saja mengandalkan penghasilan dari profesi pns/karyawan swasta, tanpa berusaha menyiapkan usaha sampingan yang bisa diandalkan kalau-kalau…ya kalau-kalau kita dihadapkan pada kondisi gak nyaman pasca mutasi ke tempat yang jauh, atau lebih buruk lagi siapa tau ada reorganisasi di kantor dan kita termasuk salah satu dari barisan yang terkena gelombang PHK. Na’udzubillah min dzalik… Bayangan seperti ini memang menakutkan, tapi kondisi itu sangat mungkin bisa terjadi. Sudah siapkah kita?

Saya sendiri sudah sering mendengar curhatan dari beberapa sahabat.  Galau karena terpaksa menerima dimutasi ke luar jawa, padahal gak memungkinkan untuk membawa keluarga karena memikirkan kualitas lingkungan dan pendidikan di daerah mutasi tersebut kurang baik atau karena sebab lain. Untuk menolak mutasi jelas tidak mungkin, sedangkan untuk resign juga tidak ada keberanian, karena tidak ada bayangan mau usaha apa. Ironis…

Lebih jauh ke depan, walopun kita tetep berada dalam comfort zone, tidak terkena badai mutasi ke tempat yang jauh, tidak pula terkena gelombang PHK. Alhamdulillah…
Tapi sadarkah kita sedari sekarang bahwa suatu saat kita akan mencapai usia pensiun, di mana penghasilan kita saat pensiun nanti hanya mencapai sekian persen saja dari penghasilan saat ini. Apa yang sudah kita persiapkan untuk mempertahankan kualitas hidup seperti saat ini?

Sekali lagi, untuk kita renungkan kembali… apakah kita sudah benar-benar merasa nyaman berada di "comfort zone" kita sekarang ini ??


Salam,

Rina
Independent Oriflame Consultant
www.kantorkedua-ku.com

Waktu, tenaga, uang ?




Bicara soal modal, usaha apa sih yang gak perlu modal?? Abang2 tukang gorengan pinggir jalan perlu modal, usaha tambal ban perlu modal, penjahit perlu modal, bakul kue juga perlu modal, bahkan seorang pns pun perlu modal.

Misal nih si abang tukang gorengan kudu siap kompor, wajan gede, ama  tiap hari kudu nyiapin adonan gorengannya, terusss gitu tiap hari ke pasar belanja sayuran buat bahannya ote-ote, beli pisang bakal pisang goreng, beli tempe, beli tahu n kecambah wortel buat bahan tahu isi, de el el…perlu modal waktu n tenaga juga buat nyiapin adonan n berdiri di pinggir jalan.

Usaha tambal ban juga gitu, harus nyiapin segala peralatan buat nambal ban yg bocor…hehe sori saya gak bisa memerinci apa aja kebutuhan buat namban ban, soale gak pernah nambal ban hihiii…

Kalo penjahit, ya kudu beli mesin jahit n segala benang, jarum, mesin obras kalo perlu, bahkan dia harus kursus jahit dulu supaya bisa lebih professional. Kudu nyiapin waktu n tenaga buat jahit baju pesanan, apalagi yang ndadak2.

Usaha kue kayak saya?? Jelasss perlu modal… itu oven segede gaban juga kudu dibeli, mixer yang heavy duty juga kudu punya, loyang2 seabrek, peralatan ngedekor kue juga ga dapat gratis lohh, harus beliii…sgala bahan2 kue juga harus nyetok di rumah. Wuiihh kalo diitung2 aset buat modal saya bikin kue tuh udah brp puluh jt yaa…bukan angka yang kecil sodara2, saya beli nya nyicil dikit2, tiap gajian tgl 1 n dapat uang pesanan kue saya pasti sisihin sebagian buat nambah2 peralatan baking n dekor, biar saya tetep up to date, alat2 nya gak jadul. Slalu ngikutin perkembangan di dunia baking n decorating. 
Perlu modal tenaga n waktu? Pastiii...apalagi kayak saya, perlu sisihin waktu n tenaga ekstra karena saya ini kalo siang pegawai kantoran, kalo malam berubah jadi koki hehe, baking nya malam hari, apalagi kudu melekan kalo pas ada order barengan gitu. 

Lohh, pns juga perlu modal?? Ya iyalahhh…coba tanya para pns, ke kantor naik apa, mobil? Butuh beli BBM gak? Trus pas di kantor anak2 di rumah dijagain siapa, asisten rumah tangga? Itu ART nya perlu digaji gak? Ngeluarin duit gak? Trus ke kantor kudu pake baju yang matching dong …beli lah baju yang pantas yaa. Di kantor kita duduk manis berapa jam sehari?itu waktu kalo dikonversikan ke uang bisa gak?? Hehe kalo ada yang jawab gak bisa, berarti belum bisa menghargai waktu wkwkwk….



Jadi sodara2, yang mau saya katakan di sini, semua usaha itu perlu modal. Bisnis perlu modal. Jadi gak usah heran kalo di Oriflame juga kudu pake modal yaa… Kita perlu modal waktu, modal tenaga, dann jelass…modal uang juga. Gak mungkin kita ongkang2 aja nungguin bonus datang. Harus ada usaha dong yaa, gak diem aja. Makanya kalo ada yang bilang pernah gabung Oriflame tapi gitu-gitu aja, yaa…patut ditelaah kembali yaa, selama jadi member, udah ngapain aja? Beneran udah dikerjain sungguh-sungguh tuh Oriflame nya? Atau cuma bayar member fee 39.900 trus bengong aja gak ngapa2in? Katalog datang dicuekin, ada materi2 e-training dibiarin, no action blas…ya gak heran dong kalo jadi nya gitu-gitu aja jugaa…omong kosong kalo kita gak melakukan apa-apa tapi ngarep dapat bonus, siapa yang mau ngasih bonus cobaaa…

Kita perlu modal waktu, sisihin 1-2 jam aja sehari buat belajar2 materi e-training. Ada BB Grup, ada facebook grup, ada member area di website replika yang disana buanyakk banget ilmu nya, tinggal download e-book n video. Tapi itu khusus buat member Oriflame yang gabung lewat d’BC Network yaa…kalo yang enggak saya gak tau lohh ada gak ya materi2 training gratis kayak gini^^

Kita juga perlu modal tenaga, siapkan stamina lebih untuk telat tidur 1-2 jam aja, atau bangun lebih awal sebelum penghuni rumah yang lain bangun. Buat apa? Ya buat belajar lahhh…karena kita harus punya ilmu nya. Action harus pake ilmu ya sayaangg…biar gak ngawur. Dan semua itu diajarin di d’BC Network, semua ada ilmunya. Upline2 juga siap membantu. Tanya aja deh apa pun yang belum dipahami, supaya kita mantap jalanin bisnis ini.

Dann yang terakhir, kita juga perlu modal uang. Beli produk Oriflame ya kudu pake uang yaa, uang benerannn…bukan uang daun hihi… Lho kok harus beli produk nya?? Ya iyalah…masa kita sebagai konsultan Oriflame, gak mau pake produk nya…aneh kan?? Gak konsisten banget dehh kalo sebagai konsultan n pengen dapat bonus dari Oriflame  tapi kita gak mau pake n beli produk nya.. Trus ntar Oriflame ngasih kita bonus dari manaaa… Oriflame itu perusahaan real, nyata, emang jualan produk, bukan cuma muter-muterin uang member aja. Kalo omzet penjualannya gede, baru dong bisa kasih kita bonus. Sama kayak si Unil*ver juga, sama2 jualan produk, tapi bedanya kalo di Unil*ver kita udah belanja bertahun-tahun gak pernah tuh dikasih bonus, keuntungan perusahaan ya cuma buat pemilik perusahaan aja. Tapi kalo di Oriflame beda. Karena pake system Multi Level Marketing, maka kita sebagai konsultan dikasih bonus dari omzet penjualan kita, dari pembelanjaan kita ke Oriflame. Uang yang di bisnis konvensional dialokasikan buat sewa counter, promosi n iklan dikasih ke kita konsultannya sebagai bonus, dan bonus itu tentu besarnya sesuai dengan kinerja kita.

Dibanding usaha kue saya, modal uang di Oriflame ini termasuk kecil banget lohh...dan yang jelas, gak perlu keahlian khusus. Cukup mau belajar. Ilmu nya udah disediain, tinggal dipelajari. Modal waktunya juga lebih sedikit, gak perlu lembur semalaman kayak ngerjain pesanan snack box hehe…cukup sisihan 1-2 jam sehari, modal tenaganya juga lebih enteng. Tinggal duduk manis di depan laptop juga bisa, kan jalanin bisnis online hehe…

Pengen tahu lebih jauh soal modal di bisnis ini, klik ya www.rinasitepu.com



Salam,
Rina Febriana Sitepu
Independent Oriflame Consultant

I've Got the Best Friends



Pernah dengar hadits ini ?

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hadits di atas mengandung faedah bahwa bergaul dengan teman yang baik akan mendapatkan dua kemungkinan yang kedua-duanya baik. Kita akan menjadi baik atau minimal kita akan memperoleh kebaikan dari yang dilakukan teman kita.



Maka dari itu, saya benar2 bersyukur sudah dipertemukan dengan teman2 yang baik di jaringan ini. Kalo di suatu hari yg telah lalu saya gak mengikuti kata hati saya untuk mengisi data2 saya di web mba Yulia, gak mungkin sekarang ini saya bisa seperti ini. Gak mungkin saya kenal dengan banyak teman dari berbagai latar belakang profesi ini. Walopun berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, satu yang menyamakan mereka, semua memiliki aura positif dan semangat membangun. Tidak ada hari tanpa menularkan aura positif ke orang lain. Galau??? Jauuhhhhhhhh...

Yup, saya amat sangat bersyukur dipertemukan dengan komunitas yang hebat ini. Saya beruntung berada di sini, di jaringan d'BC Network. 


Sekarang, pernah denger soal d'BC Network?

d'BC Network adalah komunitas online pebisnis MLM Oriflame yang 85% bisnis nya dijalankan secara online, merupakan 
salah satu jaringan Oriflame dengan perkembangan tercepat saat ini...yang hanya dalam waktu kurang dr 6 tahun berhasil menempatkan 3 leader topnya di jajaran Top 15 Indonesia, ga main2 lhooo...di No. 2,3 dan 14... 
 Serta dengan berbagai prestasi/achievement tingkat asia dan dunia...

Nadia Meutia dan Dini Shanti adalah founders yang telah membangun d'BCN hingga menjadi besar seperti sekarang ini.

Asiknya di d'BCN selain fasilitas lengkap yg udah disediakan Oriflame, kita sebagai member aktif juga disediakan fasilitas internet marketing canggih secara gratis. Sebagai member Oriflame di bawah jaringan d'BCN kami didukung oleh segalaaaa fasilitas, LENGKAPPPP yang selaluuu diupdate dari waktu ke waktu. 

Untuk bisa tutup point dengan mudah, juga ada caranya..

Susah? enggak! nanti ada caranya semua. Kalo ada yang BISA, tentu anda juga BISA!

Apa saja yang akan Anda dapatkan jika bergabung dengan Oriflame di bawah bendera d'BC Network?

Fasilitas web replika dan web-web lain dengan sistem Auto-responder yang canggih akan diberikan secara gratis jika Anda terdaftar sebagai member aktif 
Support system yang selalu membantu anggota d'BCN
Team work yang kuat antara sesama anggota d'BCN
Fasilitas training online maupun offline secara kontinyu sehingga kita dapat senantiasa meng-up grade diri

Jadi, d'BC Network itu apa nya Oriflame sih??
dBCN adalah sebuah kelompok/komunitas yang mewadahi member2 Oriflame yang berada dalam grup Nadia Meutia (Nadia Meutia sebagai top leader di dBCN).
Mba Nad n leader2 di bawah nya selalu membimbing jaringannya baik melalui training online maupun offline agar bisa mengikuti jejak sukses mereka. Di sini  gak ada ceritanya upline yang cuek ama downline
Waktu saya baru gabung bulan lalu, ibarat bayi baru lahir, saya selalu dibimbing oleh upline2 saya, disuapin ilmu2 baru, digandeng menuju arah yang dituju. 

Jadi, apa kesimpulan pencerahan hari ini?
Yaa...bener...pandai-pandailah memilih teman :)
Cari teman yang bisa menularkan semangat n aura positif buat Anda^^

Salam,
Rina Febriana Sitepu
Independent Oriflame Consultant

www.bisnisonlineDiFa.com

Pilih yang benar


Gimana cara milih MLM yang bener? kan banyak banget tuh perusahaan pakai sistem MLM?

Sebelum memilih kita harus bersihkan mindset kita dulu, kosongkan semua pengertian MLM yang sudah didapat sebelumnya dari sumber2 atau opini-opini yang salah, semua prejudis...akan lebih jelas melihat penjelasan saya jika kita melihatnya seolah2 belum pernah dengar apa sih sistem MLM hehe.  soalnya saya jadi anti MLM gara-gara informasi yang tidak cukup, sudah sedikit infonya, yang didapat juga salah, jadi biar gak antipati kita telaah yuuuk...mariii



Apa bedanya sistem MLM dengan Money Game?



Hati hati banyak bisnis money game serigala berbulu domba, namanya aja ngaku MLM, tapi perdagangan uang atau money game adalah sebuah bisnis yang tidak ada produknya, kalupun ada produknya, hanya sekedar tempelan saja biasanya member diharuskan menyetor sekian rupiah dan dijanjikan dalam kurun waktu singkat akan menghasilkan uang yang berlipat2,  seperti yang sering terjadi bisnis seperti ini tidak langgeng, biasanya endingnya dihiasi adegan kerusuhan, sering dengar kan di berita banyak mantan member bisnis ini berbondong-bondong mendobrak sebuah kantor dan marah-marah karena hilang uangnya..ketipu!.  bisnis yang hanya mengutamakan uangnya saja tanpa ada produk atau jasa yang memadai, apalagi sistem dukungan marketing yang profesional, hukumnya wajib...dihindari!


MLM adalah sistem pemasaran dan penjualan suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. serunya bisnis MLM tidak membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi..jadi gak perlu harus lulus sekolah bisnis. Setiap orang dari latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali bisa menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen MLM biasanya akan memberikan dukungan penuh dan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, berupa seminar,training dan kadang kopdar untuk menjelaskan how to success dalam menjalankan bisnis ini.


udah jelas? lanjuut ke cara memilih MLM yang benar di bawah ini


Memilih MLM jangan hanya tergiur dengan keuntungan saja ya, pakai riset2 dulu laah.  MLM yang baik ada kriterianya dan yang paling banyak memenuhi kriteria dibawah, berarti bisa menjadi next best thing in your life ;) dan silakan bergabung.



1. Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI ( Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia)

APLI merupakan sebuah lembaga yang menjamin kebenaran Perusahaan MLM. cek disini http://www.apli.or.id/  Jika tidak ada dalam daftar, gak usah gabung.

2.Perusahaan MLM minimal sudah berdiri 3 tahun.

kalau masih muda, sebaiknya gak dulu deh..takut fondasinya belum kuat cari saja yang sudah puluhan tahun berdirinya, artinya dia sudah diterpa berbagai ujian dan krisis.


3.Perusahaan MLM diakui secara Internasional.

baik kualitas produknya, kesehatan finansialnya sampai kesuksesan member2nya diseluruh dunia.


4.Perusahaan MLM yang mempunyai Kantor cabang di Indonesia

artinya kalau ada apa-apa kita bisa mudah mendatanginya, mudah juga di telepon customer carenya, mudah dihubungi via email, dan cepat merespon segala pertanyaan, kritik dan keluhan konsumen dan membernya.


5.Perusahaan MLM yang menjual produk yang di butuhkan sehari-hari

kalau menjual produk yang kurang diminati dan tidak dipakai harian, nanti gak laku dong? gak akan langgeng deh bisnis kita, cari juga yang produknya variatif dan harganya terjangkau, misalkan menyediakan produk wanita, pria dan anak-anak sekaligus sehingga bisa menjangkau lebih banyak konsumen.


6. Perusahan MLM harus mempunyai pabrik sendiri.

kalau tidak punya Pabrik dan hanya menyalurkan produk, dikhawatirkan akan harga yang di tawarkan akan tidak stabil karena produsen ada di tangan orang lain.


7. Perusahaan MLM mempunyai sistem yang sesuai dengan syariat.

lihat Blog tentang Syariah


8.Perusahan MLM mempunyai Support system marketing canggih.

Perusahaan menyediakan website untuk memudahkan mengakses produk, laporan penjualan,trasnparansi bonus, recruit member dsb, sampai kemudahan melakukan pembayaran dan pengiriman. makin canggih akan membuat kita membernya hanya membutuhkan sedikit waktu untuk melakukan bisnisnya, karena semua kegiatan cukup online, sehingga membernya bisa melakukan bisnis ini sekaligus beraktifitas dengan hal lain.


9. Perusahaan MLM yang sistem kerjanya mudah diikuti

Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras, bisnis MLM yang baik harusnya memiliki cara kerja yang mudah diikuti semua membernya, target2 yang dipasang masuk akal dan mudah dicapai, tidak menghabiskan banyak waktu dan bisa dikerjakan kapan saja.


10. Perusahaan MLM memiliki upline/sponsor yang memberi dukungan penuh.

Ciri khas dari bisnis MLM adalah kerja team, upline/sponsor harus melatih, memotivasi dan mendukung penuh terhadap seluruh aktifitas bisnis, bisa bertanya dan bisa saling membantu jika ada permasalahan. mengenal seluruh jaringan dan bersama-sama meraih tangga kesuksesan.


11. Perusahaan MLM memiliki sistem pemberian bonus yang jelas dan adil.

Pemberian bonus dapat menaikan semangat untuk menjalani bisnis ini, baik bonus cash, hadiah produk, dinner di hotel, kendaraan atau jalan-jalan ke luar negeri. Pembagian yang adil antara upline dan downline sesuai dengan kinerja masing-masing akan membuat kita senang menjalani dan jauh dari iri dengki, pembagian bonus harus transparan bisa di cek dari website.


12. Perusahaan MLM membuat potensi diri berkembang.

ketika menjalani bisnis ini, apakah bakat-bakat kita jadi terasah, misalnya jadi suka menulis, suka dandan dan rapih, suka dengan buku marketing, mengeluarkan bakat memimpin, bekarja dengan team, public speaking, jago internetan dan potensi2 lainnya, MLM yang baik tidak akan mengubur potensi kita malah mengasahnya jadi makin cemerlang


13. Perusahaan MLM yang mampu membuat sukses banyak orang

kalau yang sukses hanya 1-2 orang dan tidak ada kejelasan sistem "karir" yang dicapai di bisnis MLM..tidak usah dipikir 2 kali, berarti anda akan susah sukses didalamnya. sebaliknya jika kita melihat banyak yang sukses terutama dari teman-teman kita sendiri, maka tidak ada salahnya bergabung.


14. Terakhir... member2nya bahagia dan ikhlas menjalani bisnis ini.

Bisnis MLM seharusnya menciptakan kegembiraan bagi membernya, tidak terpaksa dan tidak menjadi susah hidupnya.  Saat bekerjasama dengan upline dan downline ada ukhuwah yang terjalin, transfer ilmu-ilmu marketing dan saling menyemangati. Antar member tidak hanya terjalin kerjasama bisnis tetapi terjalin persahabatan, kedekatan antar member mungkin akan membuka banyak kesempatan bisnis lainnya, senang kan bisa sama-sama sukses dengan sahabat.

  

Jika kita sudah memilih bisnis MLM dan ingin sukses, kita harus konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu akan terbangun jika terus-menerus dibentuk dan di perbanyak, di negara kita yang budaya persahabatannya tinggi ini, merupakan peluang untuk mengembangkan bisnis MLM, sukses juga artinya berguna bagi banyak orang, dengan mengenalkan bisnis MLM ke saudara dan sahabat2, kita menciptakan kesempatan kerja yang luas dan membantu negara tercinta ini mengurangi pengangguran.


Yesss....Ga Pake Lama



Dalam perjalanan ke Surabaya Sabtu malam lalu, di saat saya menulis posting yang berjudul Lihatlah Bunda di blog ini...tiba-tiba ada notifikasi dari BB Group jaringan bisnis Oriflame saya, isi nya ucapan selamat dari eyang upline saya, Mba Rizna, karena saya udah berhasil naik level di minggu ke-2 bulan Oktober ini. 

Gak pake lama :)

Masih minggu ke-2 Oktober, dan saya sudah berhasil mencapai level konsultan 6%. Berarti lebih cepat dari target yang sudah saya buat akhir bulan lalu. Alhamdulillah....walopun saya super duper sibuk dua minggu belakangan ini, tapi masih bisa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin supaya segala urusan bisa ke-handle semua. Terima kasih juga buat semua rekan2 manfaatku, peluk satu-satu yaaa...^^

Bener emang apa yang udah diajarkan ama para pendahulu saya...kunci sukses di bisnis ini : gak pake lama, gak pake tapi, gak pake nanti...cepet belajar, cepet praktek, ya cepet sukses...
Saya yakin kalo saya sungguh2, insyaallah bakal naik level lagi, lagi, dan lagiii....Yesss.....Go Diamond !!!

Jadi ingat lagi ama tulisan Om Mario Teguh yang lain, begini kata nya :

Jangan terlalu takut... Tersandung sesuatu tidak akan otomatis membuatmu jatuh, dan jika jatuh pun engkau masih bisa bangkit.

Setujuuu!

Kalau saja saya masih memelihara trauma saya akan MLM hingga saat ini, pasti saya gak akan pernah kenal ama yang namanya eyang Rizna dkk, gak pernah akan bergabung dengan BB Group yang isinya orang2 optimis n dinamis semua, gak akan pernah bisa ketularan semangat n aura positif mereka, dan pasti pula Sabtu malam lalu saya gak akan pernah dikasih ucapan selamat naik level itu, karena jika saja saya masih memelihara rasa ketakutan untuk mencoba hal baru, saya saat ini gak akan menyandang predikat konsultan 6% ini...
dan kalo saya sekarang gak menyandang predikat konsultan 6% ini, tentulah saya juga gak akan mungkin mencapai level2 selanjutnya yang lebih tinggi, 9%, 12%, 15%, 18%, 21 %, dst....sampai Diamond^^
gak akan ada sesuatu yang besar jika tidak dimulai dari sesuatu yang kecil...

Alhamdulillah, trauma MLM nya udah pergi jauh...saya sangat yakin bisnis MLM yang saya jalani sekarang sangat bonafid dan profesional. Saya dapat memantau perkembangan jaringan dan hitungan bonus saya kapan pun saya inginkan, gak seperti MLM yang saya ikuti dulu deh pokoknya, jauhhhhhh banget. 
Tinggal buka website Oriflame  www.id.oriflame.com, dan kita bisa akses info apa pun yang kita butuhkan, tinggal klik2 mouse, semudah menggerakkan jari Anda :)

Untuk ilmu pengembangan bisnis jaringannya juga sudah lengkap disediakan ama d'BC Network. Tinggal login, dan semua tinggal download. Anda bisa belajar mandiri. Namun bila masih ada kesulitan, ada juga kok forum sharing nya, kita bisa bertanya apa saja. Insyaallah teman2 yang lain akan membantu. Itu hanya jika Anda bergabung dengan Oriflame di d'BC Network yaa...

Jadi, jangan terlalu takut yaa....n jangan lupa kunci suksesnya : gak pake lama, gak pake tapi, gak pake nanti...

See you at www.rinasitepu.com






Lihatlah Bunda...

Lihatlah bunda, betapa mudah bisnisku ini..

Saya menulis ini saat sedang dalam perjalanan dg mobil ke Surabaya, setelah berhasil membujuk ibu yg sedang sakit untuk dirawat di rumah kami di Surabaya. Saat ini ibu sedang lelap dibangku depan, di sebelah suami saya yg memegang kemudi. Anak-anak sudah tidur pulas juga di sebelah saya, di jok tengah, dan 2 asisten saya juga tidur di jok belakang, mengumpulkan energi buat persiapan kerjain pesanan kue besok pagi. Jadilah saya menemani suami nyetir sambil buka tab, mengisi waktu dg menulis diary bisnis ini sambil dengerin musik favorit kami.

Alhamdulillah saya dikaruniai Allah suami yg begituuu baik hati, yg slalu sabar dan ga pernah mengeluh menemani saya merawat ibu, mencari pengobatan yg terbaik untuk ibu...dan juga slalu mendukung penuh kegiatan saya, 100%. slalu memberi saya kepercayaan bahwa saya bisa.dan itu sangat2 bermanfaat buat saya untuk lebih pede menggali potensi saya...Alhamdulillah ya Allahh...semoga Engkau memprrsatukan kami selama nya hingga ke jannah-Mu kelak. Aamiiin...

Menyenangkan jalani bisnis ini. Bagaimana tidak?

Saya berkutat dg produk2 yg memang menjadi naluri setiap wanita. Wanita mana yg gak suka kebersihan, kecantikan, kesehatan, dannn...kemapanan tentu saja hehe...
Dan sekarang saya sudah menguasai resepnya. Bukan resep kue aja lohh yg saya bisa :)
Sekarang saya tau resep bagaimana membuat kita, para bunda, bisa sehat dan cantik serta menyenangkan suami, tapi tetap juga bisa membuat suami tersenyum tanpa kuatir kita terlalu banyak ngeluarin uang dari dompet suami buat dandan...

Yup...benarrr...sekarang saya tau, dandan justru bisa mendatangkan penghasilan yang wahh....belanja kosmetik dan body care malah bisa jadi sumber penghasilan yang tidak main-main... oh yaa?

Kalo gak percaya, baca aja rahasia nya di sini yaa...
www.dbcn-belanjabulanan.com/?id=bisnisonlineDiFa&s1=7

Selain itu, lihatlah bunda...
yang paling menyenangkan dari bisnis ini adalah bahwa dia bisa dikerjakan di mana saja dan kapan saja. Tidak terbatas tempat n waktu. Karena semua serba online !
Apalagi dengan bergabung di d'BC Network, semua fasilitas sudah disediakan oleh sistem, bahkan di saat Anda sedang tidur pun, bisnis Anda tetap bekerja, melakukan tugas marketing ke seluruh dunia. Asik kann?

Oriflame pun sudah menyediakan website yang oke punya. Sehingga kita gak perlu kemana-mana baik untuk melakukan pembelanjaan maupun untuk memantau aktivitas jaringan kita. Tidak perlu tatap muka, cukup sediakan akses internet di rumah, dan semua sudah bisa berjalan sebagaimana mestinya...
Anda tetap bisa menemani anak, suami, atau orang tua yang sedang sakit, seperti yang sedang saya lakukan sekarang ini. Anda cukup perlu rajin buka email saja, karena semua update maupun informasi penting akan diberitahukan via email. ya iyalahhh...jaman sekarang gitu ya pake nya email, masa pake merpati pos hehehe...

Bagaimana, Anda tertarik? Untuk info lebih lanjut klik yang ini www.kantorkedua-ku.com

Berani Mimpi



Hehe...ternyata untuk sekedar mimpi pun kita harus berani yaah. Karena apa?
Karena mimpi itu lah nanti nya yang menggerakkan kita, mimpi adalah harapan, asa, sesuatu yang ingin diraih. Jadi kalo kita udah gak punya mimpi, siap-siap aja ya...perlahan tapi pasti, kita akan "mati"
Ah mba...jangan ngoyo2, santai aja...hidup gini ajah udah enak kok. Berangkat kantor jam 6 pagi, sampai rumah jam 6 sore. Tinggal mantengin kalender aja, ntar juga pasti tgl 1 gajian. Iyaa...santai emang yaa...tiap tgl segitu kita dapat penghasilan yang besarnya tetap.

Di sisi lain, pernahkah mengalami, tiap berangkat kantor batita kita nangis karena ditinggal mbokne kerja...Anda pernah mengalami??? Saya seringgg.....sampai rasanya seharian itu di kantor gak bisa fokus kerja, raga di kantor, tapi pikiran melayang ke buah hati di rumah. Belum lagi sepulang kerja berharapnya kita bisa main ama si kecil menghabiskan sisa malam, nah lohhh ternyata sampai rumah kita dapati si kecil udah tertidur pulasss karena siangnya udah kecapean main dengan hanya ditemani pembantu. Anda pernah mengalami??? Saya seringggg...hiks :(

Dan tahukah Anda bagaimana rasanya harus meninggalkan ibu yang sedang sakit, untuk tetap berada di kantor demi perjuangan mendapatkan sesuatu tiap tgl 1 itu. Raga di kantor tapi pikiran ke ibu terus. Anda pernah mengalami nya??? Saya sedang mengalami nyaaa :(

Maka jangan heran ya...jika Anda melihat saya sekarang gak pernah ngerasa santai dengan apa yang saya udah dapat tiap tgl 1 ituu...karena ada keinginnan yang lebih besar dalam diri saya, ada mimpi yang hendak saya wujudkan. Ingiiin rasanya saya bisa memeluk anak2 setiap saat saya ingin, saya ingin jadi orang yang pertama mereka temui sepulang sekolah, bercerita tentang apa aja, membesarkan mereka dengan tangan saya sendiri. Ingin bisa menemani ibu yang sudah sepuh, merawat beliau seperti dahulunya beliau selalu menemani saya sepanjang hari.

Ya benar...apa yang saya lakukan sekarang, semua untuk mencapai mimpi2 itu. Saya sedang merajut nya sekarang, sedikit demi sedikit, dan saya yakin rajutan saya pada saat nya nanti pasti membuahkan hasil.

Sehingga ke depan nanti saya gak pernah takut akan datang nya hari Senin...hehe
Coba tanyakanlah kepada kepada ibu2 pekerja kantoran lain yang seperti saya...semua nya letih lesu tiap mau menghadapi hari Senin, karena artinya mereka sudah harus meninggalkan lagi anak2 nya dirawat pembantu, lalu duduk manis di kantor.
Saya agak kesentil dengan tulisan Om Mario Teguh berikut, beberapa hari lalu posting di facebook nya


Ada orang yang dari hari Senin ke Jumat - memikirkan Sabtu dan Minggu, dan mengkhawatirkan hari Senin selama hari Minggu. 


Sebetulnya,orang seperti ini hidup pada hari apa?

Tidak ada hasil yang nyata bagi orang yang tidak betul-betul hadir di dalam waktu.



Waaa... malu rasanya. Kapan yaa saya lepas dari ketergantungan ama hari kayak gitu. Kapan ya bisa menikmati setiap hari yang saya lalui, gak ngaruh apakah itu Senin, Selasa, Rabu, dsb.

Rasa-rasanya, itu cuma bisa terjadi kalo saya gak harus "terkurung" di kantor tiap Senin s.d. Jumat jam 07.30 s.d 17.00.. hiks
Dan itu pun hanya bisa terjadi jika dan dan hanya jika saya punya kemandirian finansial, tidak tergantung lagi dengan apa yang saya terima tiap tgl. 1 itu.

Wallahu a'lam...

Buat bunda yang punya mimpi seperti saya...yuk gabung, kita menuju kemandirian finansial di sini http://www.dbcn-kerjadirumah.com/?id=bisnisonlineDiFa&s1=


Kini...

Bulan ini...ada perubahan besar-besaran di sudut rumah kami :)
Posisi sabun mandi dan teman2nya di wastafel n toilet yang selama ini diduduki oleh sebagian besar produk Unil*ver sudah tergantikan oleh produk dari bisnis saya, yup...Oriflame ^^


mulai dari sabun mandi, body shower, facial wash, shampoo, pasta gigi semuanya diganti hehe...body care yang khusus buat abi juga ganti (tuh yang ada tulisan "Men" nya)
Emang gak bisa disangkal, produk2 Oriflame ini lebih "berasa". Sebanding harga ama kualitas, tiap kemasan juga isi nya lebih banyak dari rata2 produk merk lain. Jadi, gak bisa kalo kita bandingin dari hanya melihat harga saja, tapi lihat kuantitas nya, juga yang utama lihat juga kualitas nya yaa...Produk2 body care Oriflame wangi nya lebih mewah, lembut di kulit, karena memang kandungan bahan2 nya disesuaikan dengan kebutuhan kulit tubuh kita. Tidak bikin kulit kering...ini bedanya. Setelah pemakaian, kulit terasa lembab...dan kata pakar kelembaban ini lah yang akan mencegah kulit kita cepat keriput.
Kelebihannya lagi, produk Oriflame tuh buanyakkkk banget variannya, jadi banyak pilihan. sabun mandi aja ada brp macam varian nya, trus shampoo, body lotion, deodorant, shower...misalkan bosen nih satu jenis aroma, masih banyak pilihan aroma yang lainnn...

Di sudut yang lain, di meja rias saya, juga sudah berubah, lebih lengkap dari sebelum nya^^


Ada body lotion (gratisan ..hehe), body spray, deodorant, lip spa therapy, tender care, bedak, lipstick, dannn...parfum hehe...(ssttt parfum dengan tutup bunga di foto itu gratisan juga lohhh)
So far...saya puas pakai kosmetik dari Oriflame...ini jauh saya rasakan lohh bahkan sebelum saya ikut bisnis nyaa...Saya dasarnya gak gitu suka make up yang menor, jadi biasanya cuma pake riasan sederhana aja buat ke kantor...dan untuk bedak n lipstick, saya cocok banget, ada pilihan warna yang natural dan gak terkesan berlebihan...Tapi tetep bikin sedap dipandang ajahhh...hehe gak percaya?? Tanya abi dehhh...^^

Yang di atas tadi adalah salah satu cara untuk handle bisnis ini...yup...dengan mengalihkan belanja bulanan kita. Siapa sih yang hidup nya gak butuh sabun, pasta gigi, shampoo ??? semuanya pake kan buat sehari2, dan belanja nya pasti berulang. Kalo di rumah saya sihh...kebutuhan buat ginian bisa jadi sangat besar nominalnya, coz personel nya banyak hehe...
Jadi, saya sreg banget dengan apa yang diuraikan di sini http://www.dbcn-belanjabulanan.com/?id=bisnisonlineDiFa&s1=

Banyak tips lain yang bisa membuat kita mudah menjalankan bisnis ini, jika Anda butuh info lebih lanjut soal ini yuk marii saya jelaskan...langsung ke link ini yaa www.kantorkedua-ku.com

3%, 6%, atau 21% ???



Di bisnis ini, kita sendiri yang tentukan mau dapat bonus berapa tiap bulan nya. Kita yang jadi boss nya, bukan upline yaa... Itu yang gambar gerak2 di atas itu artinya saat ini saya berada di level konsultan 3 %, jadi saya dapat bonus 3% dari pembelanjaan grup saya di bulan kemaren. Kalo saya ingin naikin level, misalnya ke konsultan 6% atau 9% bahkan 21% bisaaa...semua tergantung kita, tentukan sendiri targetnya, setelah itu apa yang harus kita lakukan? Nah d'BC Network sudah menyediakan panduannya, udah ada step2nya yang harus kita lakukan supaya bisa mencapai level segitu. 
Ini yang kita harus pelajari, habis dipelajari, dipraktekkan dongg....intinya mau belajar, mau kerja, jadi di sini gak bisa ya tinggal ongkang-ongkang kaki, terus bonus jatuh dengan sendirinya dari langit. Ga bakal ada durian runtuh kalo kita gak pernah nanem durian, hehe...

Mungkin ada yang komentar...ahh temen saya dari dulu udah ikut Oriflame tapi tetep gitu-gitu aja tuhh...

Nah sekarang saya tanya...temennya itu gimana jalanin Oriflame nya.Ga bisa disamain n digeneralisir, karena kembali lagi gimana yang bersangkutan jalaninnya, luangin waktunya, belajarnya. Kayak saya nih yaa...banyak yang jual kue, tapi walopun sama2 judulnya "bakul kue" tapi pasti bikinan saya beda dengan yang lain, bahan2 nya beda, pelayanannya beda, harganya beda, walopun sama judul kue nya misal Black Forest. Nah jadi balik lagi ya ke orang nya masing2...kalo gabung member doang trus tinggal ngarep bonus turun dari langit tanpa usaha yaa impossible lahh yaa...coz bisnis ini real, nyata, produk nya ada, bukan money game yang jelas2 dilarang ama Islam yaa...

Ada lagi yang komentar, wahhh produk Oriflame mahallll...

Mba, kalo bandingin sesuatu itu harus apple to apple yaa...jangan disamain. Oriflame ini produk impor dari Swedia, yang udah melewati serangkaian penelitian di lab n ilmuwan sendiri, dengan riset yang mendalam, kualitas tinggi. Ada customer care n perlindungan konsumen kalo kita gak puas ama produknya. Nah harga tentunya berbanding lurus ama kualitas yaa... dan coba lihat tuhh produk2 kosmetik yang di Mat*hari, harga nya jauh malah di atas Oriflame. 
Dann coba deh sekali-sekali main ke kantor Oriflame, tanggal awal n akhir bulan orang pada ngantri, itu tanda nya produk Oriflame itu udah diterima di kalangan luas, malah pada balapan beli lohh....

Trus soal TUPO, kenapa harus tupo (tutup poin) mbaa?

Tau dong yaa...dalam setiap pekerjaan itu pasti ada target nya, misal nihhh saya kerja di ditjen pajak tertjintah ini, ada kontrak kinerja yang harus saya tanda tangani setiap semester, kudu ada pencapaian sekian milyar untuk penerimaan negara dari pekerjaan saya. Begitu pun bakulan kue, ada target yang harus saya capai, yaitu : kue saya harus enak!!! Ibu Rumah Tangga aja juga ada target nyaa, nyiapin masakan enak buat keluarga tercinta, rumah selalu bersih, n memastikan anak2 bener belajar nya, dll. Anak sekolah juga ada targetnya, kudu lulus UNAS misalnyaa...
Nah trus...kenapa harus heran dengan adanya target TUPO di Oriflame?? Tupo itu kan target pembelanjaan minimum yang harus kita lakukan, kalo kita mau dapat bonus. Gak mungkin dong, kita mau bonus nya, tapi gak mau belanja nya.. emang ntar Oriflame kasih kita bonus dari manaaa? impossible lah yawww...wong Oriflame itu perusahaan real, emang jualan produk.kalo produknya gak laku trus bisa kasih bonus kita dari mana.
Hanya sajaaa....kita di d'BC Network bakal diajarin gimana caranya supaya kita bisa TUPO dengan mudahhh, simpel nya itu belanja nya boleh dipake sendiri, kalo masih lebih bisa dijual (kita malah dapat margin lohh antara harga katalog n harga konsultan/member, persis kayak jualan biasa yg konvensional gituuh), atau bisa juga dengan mengalihkan belanja untuk kebutuhan sosial kita ke produk2 Oriflame. Misal kalo dulunya ada tetangga yang lahiran kita kasih paket produk perawatan bayi merk J*hnson & J*hnson, nah sekarang kita ganti dengan bingkisan bayi produknya Oriflame. Orang nikahan juga bisa kasih kado parcel produk perawatan dari Oriflame, pasti seneng tuhhh yang dikasih. Temen ultah juga bisa dikado parfum atau Nutrishake dari Oriflame...Simpel kannn...kita bisa tutup poin dengan mudahhh

Gimana...udah dapat sedikit pencerahan hari ini ?
Info lebih lanjut bisa klik yang ini  ya   www.kantorkedua-ku.com